Kesadaran masyarakat luas akan fungsi dan peran Pendidikan Luar Sekolah belum berada pada level yang sama dengan kesadaran masyarakat pada pendidikan formal, Padahal pendidikan non formal dapat menjadi pelengkap bahkan pengganti dari Pendidikan formal. Menjadi ironi, karena sebagai pelayan bagi masyarakat “ marjinal “, Pendidikan Non Formal atau Non Formal Education justru masih termarjinalkan di mata masyarakat, karena sampai saat ini paradigma masyarakat masih berorientasi pada pendidikan formal semata.
Kondisi ini menjadi sebuah tamparan dan pada saat yang bersamaan juga menjadi sebuah tantangan bagi dunia Pendidikan Non Formal untuk menunjukkan eksistensinya dalam upaya memberikan pelayanan dan pemerataan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan seperti yang diamanatkan oleh UUD ’45 Memaksimalkan peranan ilmu komunikasi beserta medianya bisa menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan. Ilmu komunikasi secara ilmiah merupakan sebuah proses penyampaian pesan atau informasi dari pengirim (komunikator) kepada penerima (komunikan) dengan menggunakan simbol/lambang tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung (menggunakan media) untuk mendapatkan umpan balik (feedback). Secara umum ilmu komunikasi merupakan proses penyampaian pesan/informasi melalui media dengan tujuan untuk merubah perilaku, baik secara kognitif, afektif maupun sociomotorik.
Melalui media massa (cetak atau elektronik) sebagai media komunikasi, proses penyampaian pesan/informasi menjadi lebih efektif. Pesan dapat dikemas sedemikian rupa sehingga dapat lebih menarik. Melalui efek terpaan dari media yang digunakan, perubahan perilaku dari masyarakat sebagai komunikan akan lebih terasa.
Publikasi dan Promosi program-program pendidikan non formal melalui media massa, akan mempertegas keberadaan pendidikan non formal, sehingga paradigma masyarakat akan berubah, dan pada akhirnya fungsi dari pendidikan non formal bisa lebih dipahami sebagai sebuah peluang untuk terus belajar sepanjang hayat. Maka tidak diragukan lagi bahwa fasilitas peran media komunikasi dan pembelajaran harus dilaksanakan dengan baik agar semua program yang dilaksanakan oleh Pendidikan Luar Sekolah dapat berjalan dengan baik.
By: Aa Faisal & Kawan-kawan HIMA Prodi PLS FKIP UNTIRTA
Maraji’/Catatan Kaki: Buletin Kejar Jayagiri BP-PLSP Regional 2 Edisi Pertama, Bulan April 2006 & www.bpplsp-reg2.info .
Kondisi ini menjadi sebuah tamparan dan pada saat yang bersamaan juga menjadi sebuah tantangan bagi dunia Pendidikan Non Formal untuk menunjukkan eksistensinya dalam upaya memberikan pelayanan dan pemerataan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan seperti yang diamanatkan oleh UUD ’45 Memaksimalkan peranan ilmu komunikasi beserta medianya bisa menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan. Ilmu komunikasi secara ilmiah merupakan sebuah proses penyampaian pesan atau informasi dari pengirim (komunikator) kepada penerima (komunikan) dengan menggunakan simbol/lambang tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung (menggunakan media) untuk mendapatkan umpan balik (feedback). Secara umum ilmu komunikasi merupakan proses penyampaian pesan/informasi melalui media dengan tujuan untuk merubah perilaku, baik secara kognitif, afektif maupun sociomotorik.
Melalui media massa (cetak atau elektronik) sebagai media komunikasi, proses penyampaian pesan/informasi menjadi lebih efektif. Pesan dapat dikemas sedemikian rupa sehingga dapat lebih menarik. Melalui efek terpaan dari media yang digunakan, perubahan perilaku dari masyarakat sebagai komunikan akan lebih terasa.
Publikasi dan Promosi program-program pendidikan non formal melalui media massa, akan mempertegas keberadaan pendidikan non formal, sehingga paradigma masyarakat akan berubah, dan pada akhirnya fungsi dari pendidikan non formal bisa lebih dipahami sebagai sebuah peluang untuk terus belajar sepanjang hayat. Maka tidak diragukan lagi bahwa fasilitas peran media komunikasi dan pembelajaran harus dilaksanakan dengan baik agar semua program yang dilaksanakan oleh Pendidikan Luar Sekolah dapat berjalan dengan baik.
By: Aa Faisal & Kawan-kawan HIMA Prodi PLS FKIP UNTIRTA
Maraji’/Catatan Kaki: Buletin Kejar Jayagiri BP-PLSP Regional 2 Edisi Pertama, Bulan April 2006 & www.bpplsp-reg2.info .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar