Selasa, 1 September 09 adalah tanggal pelaksanaan stadium general atau sidang umum pengukuhan calon mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai mahasiswa dan mahasiswi Untirta angkatan 2009. Tidak jauh berbeda dari tahun-tahun lalu, pelaksanaan kegiatan stadium general dihadiri oleh ribuan mahasiswa dan mahasiswi baru Untirta. Tak ubahnya seperti pergantian tahun baru yang menuntun kita pada rencana dan harapan baru, mahasiswa dan mahasiswi baru pun menuntun kita akan rencana dan harapan-harapan yang baru. Tentu harapan tersebut bukan sembarang harapan, harapan tersebut adalah harapan-harapan dari orang tua, teman, masyarakat, bangsa, dan negara.
Bukan rahasia umum bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual bangsa. Mahasiswa adalah sebutan bagi pelajar yang melakukan studi atau pembelajaran di perguruan tinggi (PT). Didalam perguruan tinggi pelajar dapat mendapatkan gelar atas prestasinya dalam menyelesaikan studinya di PT, baik S1, S2, dan S3.
Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediyono sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2009/2014 adalah contoh bahwa mahasiswa sebagai simbol kaum intelektual bangsa masa kini. Kita ketahui bahwa SBY telah menyelesaikan studi S3, sedangkan untuk Boediyono kita ketahui bahwa beliau telah memiliki gelar Profesor. Hal ini tentu merupakan kebanggaan dan sejarah bagi dunia pendidikan, karena baru periode kali ini seorang Doktor memimpin negeri ini.
Tidak perlu diragukan bahwa mahasiswa adalah kaum pergerakan bangsa, sejarah telah mencatat bahwa pergerakan mahasiswa telah memicu pergerakan bangsa, tentu kita tidak bisa melupakan peristiwa turunnya presiden Soeharto (alm) dari jabatannya sebagai presiden RI pada tahun 1998. Peristiwa tersebut terjadi setelah ribuan mahasiswa bersama masyarakat di seluruh Indonesia turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi atas kepemimpinan presiden Soeharto selama menjabat sebagai presiden RI.
Seminggu sudah kini mereka mulai merajut mimpi, dipundaknya kini menjadi harapan kita semua akan sebuah kehidupan yang lebih baik. Masa depan bangsa kini ada dipundak mereka.
Selamat berjuang Kawan….!!!
Selamat berjuang Anakku….!!!
Selamat berjuang Putra-putri terbaik bangsa…!!!
Hidup Mahasiswa….!!!!
by ricofebrian
Bukan rahasia umum bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual bangsa. Mahasiswa adalah sebutan bagi pelajar yang melakukan studi atau pembelajaran di perguruan tinggi (PT). Didalam perguruan tinggi pelajar dapat mendapatkan gelar atas prestasinya dalam menyelesaikan studinya di PT, baik S1, S2, dan S3.
Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediyono sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2009/2014 adalah contoh bahwa mahasiswa sebagai simbol kaum intelektual bangsa masa kini. Kita ketahui bahwa SBY telah menyelesaikan studi S3, sedangkan untuk Boediyono kita ketahui bahwa beliau telah memiliki gelar Profesor. Hal ini tentu merupakan kebanggaan dan sejarah bagi dunia pendidikan, karena baru periode kali ini seorang Doktor memimpin negeri ini.
Tidak perlu diragukan bahwa mahasiswa adalah kaum pergerakan bangsa, sejarah telah mencatat bahwa pergerakan mahasiswa telah memicu pergerakan bangsa, tentu kita tidak bisa melupakan peristiwa turunnya presiden Soeharto (alm) dari jabatannya sebagai presiden RI pada tahun 1998. Peristiwa tersebut terjadi setelah ribuan mahasiswa bersama masyarakat di seluruh Indonesia turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi atas kepemimpinan presiden Soeharto selama menjabat sebagai presiden RI.
Seminggu sudah kini mereka mulai merajut mimpi, dipundaknya kini menjadi harapan kita semua akan sebuah kehidupan yang lebih baik. Masa depan bangsa kini ada dipundak mereka.
Selamat berjuang Kawan….!!!
Selamat berjuang Anakku….!!!
Selamat berjuang Putra-putri terbaik bangsa…!!!
Hidup Mahasiswa….!!!!
by ricofebrian

